Zameer (judul film)

Dalam hidup ada hal-hal yang kita sering kehilangan, tapi ada juga yang kita miliki. Dan mendapatkannya saat kita tak mengharapkannya.

Marah dan Tuhan

Percakapan antara Anjeli (A) dan Ram (A)

A: Kau percaya pada Tuhan?
R: Apa kau tak percaya?
A: Tidak
R: Kau tak percaya pada Tuhan?
A: Tidak
R: Kenapa?
A: Kita manusia hanya hambanya.. Dia yang kendalikan kita. Setiap saat dia bisa permainkan kita. Dan kita menari mengikuti isyaratnya.
R: Tidak, Anjeli. Dia orangtua kita.. dan orangtua tidak permainkan anak2nya. Meski anak2 tidak bersyukur pada-Nya. Tapi Tuhan tidak marah pada anak2nya.
A: Baiknya jangan beri harapan palsu.
R: Dengar, kau marah? Anjeli, kau cepat marah. Kukatakan satu hal.. bila kau marah, ingat satu kata2ku.. pejamkan matamu, tarik nafas panjang dan sebut kata AUM 3x. Lalu sebut nama Tuhan. Dalam sekejap marahmu lenyap.

Kebencian hanya bisa dimenangkan dengan cinta. Hanya dengan cinta. Kejahatan bisa dikalahkan dengan kebaikan. Keburukan bisa dilenyapkan dengan kebaikan. Dendam hati bisa dipadamkan dengan kedamaian. Kami tinggal di perkampungan manusia dan bisa tinggal sebagai manusia. Bukan sebagai hewan.

(dikutip dari film ”Dil ne yeh kahan”)

Ketika harapan tidak sesuai keinginan

Kata siapa kau kalah?
Kata siapa aku menang?
Apa sesama hanya meninggalkan itu saja?
Apa soal pertandingan dan permusuhan?
Kenapa kau anggap aku musuhmu?
Kenapa kau akui aku sebagai musuh?
Pernah kau dan Anjeli saling bertemu…
Dua insan kian mendekat, banyak melihat mimpi-mimpi indah…
Banyak membina mimpi-mimpi indah.
Tapi dalam sekejap…
Takdir menghancurkan impian-impian itu.
Takdir’kan tak kasihan padamu? Dia tak iba padamu.
Bagaimana aku membencimu dan menganggap kau musuhku?
Apa salahmu? Kesalahanmu adalah kau mencintai seseorang.
Kau hanya mencintai, bukan berbuat dosa’kan?
Kukatakan satu hal Dev, di dunia ini banyak insan…
Dan setiap insan ingin menuliskan nasibnya sendiri.
Tapi mereka tak mampu, karena yang menulis takdir adalah Tuhan.
Itu keputusan dan permainan-Nya. Itu takdir dan perjodohan.

(kutipan di film ”Dil ne yeh kahan”)

Blog versus “belog”

Anda pernah mendengar istilah “blog”? So pasti, bagi pecinta internet yang namanya blog pasti tidak asing lagi. Menurut Wikipedia Indonesia, blog didefinisikan sebagai sebuah aplikasi web yang memuat secara periodik tulisan-tulisan (posting) pada sebuah webpage umum. Posting-posting tersebut seringkali dimuat dalam urutan posting secara terbalik, meskipun tidak selamanya demikian. Situs web semacam itu biasanya dapat diakses oleh semua pengguna internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.

Namun, pernahkah anda mendengar istilah “belog”. Bagi orang Bali istilah itu tidak asing lagi, apalagi waktu masih kecil. Sedikit salah dibilang “belog”…, baik di rumah maupun di sekolah. Belog dalam bahasa Bali berarti bodoh. Ini bukan ungkapan untuk mengutuk seseorang menjadi belog, tetapi lebih dari itu… orang harus termotivasi ketika dibilang belog. Orang itu harus belajar lebih giat supaya hasil kerjanya menjadi lebih baik. Jadi, jangan masukkan sebuah ungkapan buruk ke dalam hati, apalagi menyimpannya lama-lama. Melainkan anggap ungkapan itu sebagai suatu motivasi bahwa kita bukan lah seperti apa yang di-”maki”-kan… atau buktikan pada yang mengatakan bahwa kita tidak seperti itu.

Hidup kadang menjadi ringan ketika kita berhasil mengendalikan hati dan perasaan, dan menjadi berat ketika hati dan perasaan berkeliaran tanpa kendali.

Demikian sekilap info…