Cilakrama III: Niyamabrata

Selain dari Yamabrata, Çilakrama menyebutkan juga Niyamabrata sebagai pokok isinya. Arti Niyamabrata tidak jauh berbeda dengan arti Yamabrata, kedua-duanya berarti pengendalian diri untuk mencapai kesempurnaan dan kesucian lahir batin, berupa Dharma dan Moksa.

Patanjali Yogasutra dan Yogasaranggraha Wijnana Bhiksu menyebut Niyamabrata itu terdiri atas: Tapa, Swadhyaya, Santosha, Sauca, Iswarapranidhana atau Iswarapujana.

Çaucasantosatapah swadhyayayi-
çwarapranidhananiniyamah

Tapah swadhayayasantosah
çaucam içwarapujanam,
samasan niyamah prokta
yogasiddhipradayinah

Tapa sebenarnya berarti panas atau memanaskan diri, yang maksudnya menyakiti diri atau mengurangi kesenangan atau kenikmatan duniawi. Swadhyaya berarti belajar sendiri atau mengulangi mata pelajaran. Santosha berarti selalu merasa puas dengan segala kejadian. Sauca artinya bersih lahir batin dan Iswarapranidhana artinya rajin menyembah sujud bakti dan menyerahkan kehidupan kepada Iswara yaitu Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang, Pelindung Keadilan (maksudnya, rajin sembahyang, Red).

Dalam lontar Çilakrama terdapat sloka sebagai berikut:

Akrodha guruçucrusa
çaucam aharalaghawam,
apramadaç ca pancaite
niyamah çiwabheasitah

Akrodha ngaranya tan kataman krodha, guruçucrusa ngaranya lot makareket ring guru, makanimitta hynnirengo warawarah sang guru, çauca ngaranya nitya çaucarcapa ring bhatara, aharalaghawa ngaranya tan barang-barang pinangan, apramada ngaranya tan paleh-paleh angabhyasa sang hyang kabhujanggan. Kalima ika niyamabrata ngaranya ling bhatara Çiwa.

Artinya: yang bernama akrodha (ialah) tidak suka marah, yang bernama guruçucrusa, ingin dekat dengan Guru karena ingin mendengar (pelajaran) Guru, yang bernama sauca selalu çaucarcana (mendoa, mohon kebersihan lahir batin) terhadap Tuhan. Yang bernama aharalaghawa, tidak sembarangan (makanan) dimakan, apramada namanya tidak segan-segan membiasakan ajaran kerohanian. Kelima itu, bernama Nyamabrata, sabda Bhatara Çiwa.

Komentar: Meskipun Niyamabrata menurut Patanjali maupun menurut Çilakrama sedikit berbeda, namun pada prinsipnya bertujuan sama, yaitu kesucian lahir batin. Kelima hal ini dapat meningkatkan konsentrasi seorang murid untuk belajar, apapun jenis pelajaran yang sedang ditempuhnya.

& Komentar

  1. Ida Bagus Arka berkata,

    April 29, 2008 pada 10:21 am

    Seorang anak didik idealnya menjadi orang yang ABCDE + 5 S. Rumus untuk gampang mengingat. Kepanjangan masing2, adalah sbb.:
    ARIF, BIJAKSANA, CERDAS, DISIPLIN, EMPATI. + SEHAT EMOSIONAL, SEHAT SPIRITUAL, SEHAT INTELEKTUAL, SEHAT JASMANI DAN SEHAT SOSIAL. Sarana dan acuan bagi NATION and CHARACTER BUILDING.
    IBA

  2. warmada berkata,

    April 29, 2008 pada 11:41 pm

    Suksma, GusAji. Singkatan yang bagus, semoga bisa menjadi acuan dalam mendidik anak-didik.


Tulis sebuah Komentar