Renungan Nitisastra

Pemimpin Negara yang tidak bijak dan adil
Pemimpin agama yang tidak menyejukkan umatnya
Ksatria yang tidak melindungi rakyatnya
Ilmuwan yang tidak jujur dan tidak memberikan kebaruan
Hartawan yang tidak bersifat dermawan
Ahli pengobatan yang tidak tulus mengobati
Masyarakat yang tidak santun dan disiplin
Tanah yang tidak subur
Lingkungan yang tidak bersih, tidak sehat, dan indah.
TIDAKLAH BERMANFAAT BAGI KEHIDUPAN MANUSIA.

Rajalah yang menerima dosa yang diperbuat oleh rakyatnya
Bagawantalah yang menerima dosa yang diperbuat oleh raja
Suamilah yang menerima dosa yang diperbuat oleh Istri
Ibulah yang menerima dosa yang diperbuat oleh anaknya
Gurulah yang menerima dosa yang diperbuat oleh murid.

(dikirim oleh Jero Mangku Sudiada)

& Komentar

  1. Yanti berkata,

    April 29, 2008 pada 7:24 pm

    Loh bukannya kalo guru (baca: dosen) super sibuk, mahasiswa yg menanggung akibatnya? (akibatnya: kuliah kosong, dll).. Trus sebaliknya, kalo suami yg berbuat salah, apa istri yg menerima dosanya? Ihiks.. gak ah! Masa yayang yg nakal, aku yg berdosa? Gak adil itu namanya :) )

  2. warmada berkata,

    April 29, 2008 pada 11:33 pm

    Dosen dan guru agak berbeda pengertiannya, identik dengan mahasiswa dan siswa. Kalau siswa masih memerlukan bimbingan dari guru, sedangkan mahasiswa sedikit lebih longgar. Ketika dosen sibuk (justifikasi sebagai dosen…:-)), mahasiswa bisa melakukan pembelajaran mandiri, he..he… Ini bedanya siswa dan mahasiswa. Sayangnya kondisi sekarang, dosen sibuk entah kemana… mahasiswanya sibuk main, hik.
    Soal dosa ditanggung siapa, aturan ini dibuat pada sistem patrilineal, dimana tugas laki-laki menjadi pusat dalam keluarga… jadi gak ada yang namanya istri menerima dosa karena perbuatan suaminya. Anak memang tanggungjawab ibu yang mendidiknya waktu kecil. Ada sebenarnya cerita bagus di buku “101 Cerita Nenek”, sayang belum sempat diketik. Baca di http://warmada.staff.ugm.ac.id/Life/

  3. tutut berkata,

    November 21, 2008 pada 1:57 am

    pemimpin yang baik bukan seorang yang mampu memimpin melainkan yang mampu mengakui dirinya pemimpin


Tulis sebuah Komentar